SEO Goole'i
CO.CC:Free Domain
Showing posts with label Teroris Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Teroris Indonesia. Show all posts

Tuesday, September 22, 2009

Kematian Nurdin M Top - Noordin Tak Pernah Salat Jumat Versi Polri


Jakarta, (tvOne)

Juru Bicara Mabes Polri, Irjen Polisi Nanan Soekarna mengatakan, Polri telah mencium dan mengenali gerak-gerik Noordin M Top serta kelompoknya sejak di Jati Asih, Bekasi. Untuk itu, polisi telah melakukan pengamatan.

"Termasuk pengamatan kelompok jaringan Noordin saat salat Jumat di banyak tempat. Tapi, dalam pengamatan, polisi tidak menemukan sosok mereka," kata Nanan, seperti dilansir VIVAnews.com, Sabtu (19/9/2009).

Nanan melanjutkan, berdasarkan pengamatan tersebut, berarti kelompok Noordin jarang atau bahkan tidak pernah salat Jumat. Kesimpulan lainnya, kelompok Noordin diartikan tidak ingin bergabung dengan yang lainnya. Dari sanalah salah satu yang mengarah untuk membuka penyelidikan polisi, terhadap tempat persembunyian Noordin.

Hingga pada akhirnya, pada Rabu malam, 16 September 2009 pukul 23.00 WIB di sebuah perkampungan di Solo Jawa Tengah, Noordin dan kelompoknya digrebek Densus 88 dan pukul 03.00 Wib pagi dini hari, Noordin berhasil dilumpuhkan hingga tewas bersama tiga anggota kelompoknya.

Tuesday, September 1, 2009

Terorisme dan Globalisasi


Teroris Harus dilawan dengan kekerasan ? Perang mungkin. persoalannya yang mau diperangi orang-orangnya siapa dan dimana. Dan kebanyakan orang tidak mau disebut Teroris, lantas teroris yang mana . . .Amerika yang selalu semena mena terhadap kaum muslim juga tidak mau dianggap teroris, sok jadi pahlawan ? ya itu maunya mereka.

Sebagian kaum Muslim merespon dampak globalisasi itu secara cerdas, kreatif dan kritis. ... Bagaimana menurut Anda posisi Islam dalam era globalisasi ini? apakah benar langkah yang mereka ambil kebanyakan tindakan-tindakan teror.

Globalisasi yang ditandai dengan ledakan informasi, telekomunikasi, dan transportasi melahirkan dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif. Sebagian kaum Muslim merespon dampak globalisasi itu secara cerdas, kreatif dan kritis. Sebagian lagi meresponnya secara eksklusif dan bahkan menolak secara total. Kelompok pertama memandang globalisasi sebagai tantangan. Langkah yang mereka tempuh adalah mempelajari dan memanfaatkan kemajuan peradaban yang berasal dari Barat itu. Sedangkan kelompok kedua memandang globalisasi sebagai ancaman. Karena itu, mereka membenci dan memusuhi segala produk globalisasi. 

ISU TERORISME DAN EKSISTENSI PONDOK PESANTREN

Sebenarnya tindakan terorisme ini dilakukan dengan berbagai motif. ... keadaan kemajuan budaya kelompok lain merespon dengan tindakan destruktif. ... Kedua, adanya konsep jihad dalam Islam yang juga dipelajari di pondok pesantren.

Tuesday, August 4, 2009

Rentetan Serangan BOM di indonesia 2009

Ditandai: artikel, berita, bom bali, bom bej, bom marriott, info, informasi, lain-lain, serangan bom di indonesia, teror bom, teroris, umum ...

dan memang ada yang sengaja membuat Indonesia tidak maju-maju, selalu berurusan dengan teror, penyebaran beragam virus, pemerintahan yang kurang kuat, ...dan banyak lagi anggapan serupa.

walau demikian teruslah bekerja para TNI POLRI penegak hukum , bangkitlah Indonesia . .

Sunday, August 2, 2009

Abu Rusydan Ragukan Pengakuan Noordin di Internet


Kudus (ANTARA) - Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Thoriquddin atau Abu Rusydan, meragukan pengakuan pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang dilansir lewat situs internet, merupakan keterangan resmi dari Noordin M. Top.

- Disamping itu menurut kami sendiri masih banyak kejanggalan dalam isi surat, mengenai isi ataupun teknis penulisannya, namun yang mengherankan juga blog yang memuat surat tersebut banyak pengikutnya (Follow) "apa mereka yang sign di-Blog itu setuju dengan aksi real nya ? ironi sekali khan... -

"Kalaupun dibuat sekelompok ikhwan muslimin, saya tetap tak yakin karena sekelompok kaum muslimin yang terlibat dalam amal jihad itu tak lazim membuat pernyataan seperti itu," ujarnya di Kudus, Jumat.

Pasalnya, kata dia, pernyataan di situs internet bermakna kesenangan dan berupaya meningkatkan popularitas duniawi saja.

"Mereka tentu mengetahui bahwa popularitas duniawi justru akan mengurangi intensitas kenikmatan di akhirat kelak karena jihad sesungguhnya hanya mencari kemurahan dan meninggikan nama Allah," ujarnya.

Ia menilai, strategi pergerakan dengan cara demikian menunjukkan dalam kondisi lemah, sebaliknnya dalam keadaan kuat strategi tersebut punya makna perang urat saraf pada musuh.

"Perang urat saraf ini tak boleh bermakna kosong. Sebaiknya tidak membuat pernyataan apa pun," ujarnya.

Jika dilihat dari situs internet tersebut, katanya, secara teknis ada beberapa kelemahan, terutama untuk lembar kedua ada beberapa hal yang menunjukan karakteristik dari Noordin, terutama untuk penulisan Al Quran dan ayat-ayatnya.

Kelemahan kedua, yakni tertera negara Amerika mempunyai kepentingan besar dalam mengeruk harta Indonesia dan pembiayaan tentara kafir untuk memerangi kaum muslimin.

"Kalimat ini untuk kaum mujahid internasional tidak masuk dan tak akan mengambil isu seperti itu," ujarnya.

"Bahkan, dalam penulisan salah satu dalilnya terdapat kesalahan fatal, yakni `walil mukminin jadi wal mukminun`," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam penulisan nama Noordin ditulis Nurdin. "Hal ini menunjukkan pembuatnya tak tahu karakter Noordin," ujarnya.

"Untuk itu, saya tak yakin situs internet tersebut dibuat Noordin M. Top. Sebaiknya kita tunggu saja hasil investigasi polisi," ujarnya.

Menyinggung soal jaringan Noordin terkait dengan jaringan Al Qaeda, Abu Rusydan mengatakan, di Indonesia tidak ada jaringan Al Qaeda.

"Akan tetapi, jika hubungannya terkait pemikiran dasar Noordin maupun mujahid di dunia tentu pemikirannya sama dengan Al Qaeda," ujarnya.

Source: id.news.yahoo.com